Studi Informasi Alam Islami
Terbaru :
Diberdayakan oleh Blogger.

Posting Terbaru

Erdogan Serukan Operasi Darat Terhadap ISIS

Written By Redaksi Sinai on Rabu, 08 Oktober 2014 | 07.07

SINAIOnline- Selasa (7/10), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan  bahwa kota Ain Arab Suriah yang dihuni oleh suku Kurdi terancam jatuh ke tangan ISIS. Dia juga  menekankan perlunya untuk meluncurkan operasi darat untuk menghentikan gerakan pejuang kelompok tersebut.

Dalam pidatonya Erdogan mengatakan yang disiarkan di televisi Turki di depan kamp pengungsi Suriah di Gaziantep, "Teror tidak akan berhenti kecuali kita bekerja sama untuk meluncurkan operasi darat." Dia juga menambahkan , "Kami sudah berjuang berbulan-bulan tanpa mencapai hasil apapun,  Kobani di ambang kejatuhan."

Dia menambahkan, "Kami telah memberikan kekuasaan penuh kepada angkatan bersenjata dan akan menindak tegas terhadap ancaman apapun, terutama di kawasan Suleiman Shah di Suriah yang juga merupakan wilayah Turki."

Dalam pidato itu juga Erdogan mengatakan kepada para pengungsi Suriah bahwa wilayah Turki akan selalu terbuka untuk mereka, dan Turki akan terus menjadi tuan rumah sampai para pengungsi bisa kembali ke tanah air mereka.

Redaktur: Defri
Sumber: Aljazeera

Otoritas Palestina Diperintahkan untuk Membayar Ganti Rugi

Written By Redaksi Sinai on Selasa, 07 Oktober 2014 | 06.24

SINAIOnlinePengadilan Israel di kota Al-Quds memerintahkan Otoritas Palestina untuk membayar ganti rugi kepada sebuah keluarga Israel demi mempertanggung-jawabkan serangan yang menyebabkan kematian tiga orang anggota keluarga tersebut.

Keputusan yang diumumkan pada hari Ahad menyebutkan bahwa Otoritas Palestina mengetahui potensi resiko penggunaan senjata, namun tidak memperingatkan para penggunanya. Karena itulah, Otoritas bertanggung jawab terhadap para korban.

Juru bicara pengadilan mengatakan bahwa persidangan yang dimulai sejak tahun 2009 masih berlangsung hingga saat ini, namun hakim tidak menyebutkan jumlah ganti rugi yang harus dibayar oleh pihak Otoritas Palestina.


Redaktur: Abdurrahman
Sumber: pls48

Turki Ikut Ramaikan Hari Raya Idul Adha di Palestina

Written By Redaksi Sinai on Senin, 06 Oktober 2014 | 14.47

SINAIOnline-Bulan Sabit Merah Turki mendistribusikan sebanyak 105 ekor hewan kurban pada momen Hari Raya Idul Adha di dua kota Palestina , Al-Quds dan Ramallah. Diantara hewan kurban tersebut merupakan milik Perdana Menteri Turki Ahmet Davuto─člu, dan Menteri Kesehatan Mohammed Muazin Ihsanoglu.

Pemotongan hewan kurban di kota Ramallah dilakukan oleh dokter hewan serta pemuka agama menggunakan peralatan yang canggih. Perhelatan yang juga dihadiri  oleh Pimpinan Umum Bulan Sabit Merah Turki, Nihad Addi Gosal, mendistribusikan kepada warga Palestina di dua kota tersebut setelah prosesi penyembelihan berakhir.


Nihad Addi Gosal mengucapkan terima kasih kepada para donatur, petugas distribusi dan pekerja yang telah menyukseskan proses penyembelihan, mengingat bahwa Bulan Sabit Merah Turki telah melakukan prosesi ini sejak tahun 2006. Hal ini menekankan bahwa Bangsa Turki akan terus melanjutkan ikatan persaudaraan dengan Bangsa Palestina selamanya.


Perlu diingat bahwa warga Palestina di Kota Al-Quds melaksanakan pemotongan hewan kurban di kawasan Tepi Barat. Hal ini disebabkan larangan Israel membangun pasar dan melakukan penyembelihan di kota tersebut dan akan dikenakan denda bagi siapapun yang tertangkap tangan melakukan penyembelihan secara sembunyi-sembunyi.


Redaktur: Abdurrahman

Sumber: pls48

Asrama Mahasiswa Indonesia di Mesir Bernama "SBY"

Written By Harun AR on Jumat, 03 Oktober 2014 | 03.29

SINAIOnline- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan bangunan asrama mahasiswa Indonesia yang diberi nama "SBY" di kompleks Kampus Universitas Al-Alzar Kairo, Mesir, Jumat 3 Oktober 2014. Penandatanganan prasasti ini berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Asrama yang dibangun ini, berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 8 Tahun 2014 tentang hibah pemerintah RI dalam rangka pembangunan asrama mahasiswa Indonesia di kampus Al Azhar, Kairo, Mesir.

Menurut SBY, kapasitas asrama ini sebanyak 1200 orang. Namun, dari jumlah itu mahasiswa Indonesia hanya mendapat 50 persen. Sementara 25 persen lainnya digunakan oleh mahasiswa Mesir dan 25 persen lainnya dihuni oleh mahasiswa negara sahabat.

"Ini baik, ini kebersamaan, persaudaraan, dan persatuan sesama umat Islam, mahasiswa-mahasiswa yang sedang menempuh ilmu di Universitas Al Azhar Kairo," kata SBY usai penandatanganan prasasti Asrama "SBY" itu.

SBY kemudian mengatakan asrama ini sudah lama direncanakan. Bahkan pada kunjungan dia ke Al Azhar pada Februari lalu, digunakan untuk mematangkan rencana pebangunan asrama "SBY" ini.

"Saya berbincang-bincang dengan pimpinan Al Azar, interaksi dengan mahasiswa di sanalah bulatlah sudah asrama mahasiswa ini perlu segera dibangun dan saya senang pelaksanaannya berjalan dengan baik," ujar dia.

Fasilitas ini diberikan kepada para mahsiswa Indonesia karena pada saat berbincang dengan pimpinan Al Azhar, dia mengatakan bahwa perguruan tinggi ini benar-benar mengajarkan pemikiran Islam, mendidik tokoh-tokoh dan pemimpin-pemimpin Islam yang kelak akan menjadi pemimpin di negaranya masing-masing.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Muhammad Nuh mengatakan, bahwa asrama ini dibangun karena kebanyakan mahasiswa Indonesia yang belajar di sana berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Sehingga mereka bertempat tinggal menyebar di Kairo yang tak ayak huni, rawan kejahatan dan rentan radikalisme.

"Kebanyakan tinggalnya agak jauh sampai 10 kilometer, oleh karena itu dubes ambil inisiatif, presiden saat berkunjung ke sana juga sepakat bangun asrama Indonesia di kompleks Al Azhar," kata dia.

Selain untuk memberikan fasilitas hunian yang layak bagi mahasiswa Indonesia, asrama "SBY" ini juga digunakan untuk mencegah mahasiswa terpengaruh ajaran ekstrim dan radikal. Serta memudahkan pengawasan dan pembinaan mahasiswa Indonesia.

"Ketika kami berdiskusi lebih lanjut maka saya bersyukur doktrin di Universitas Al Azhar sama dengan yang dicita-citakan yaitu ingin benar Islam itu menaburkan rahmat bagi semesta alam, ingin benar menjadikan umat Islam umat yang mencintai perdamaian, keadilan, kasih sayang, toleransi, dan hidup harmonis dengan sesama umat islam atau umat sedunia ini," kata SBY.

Hal ini penting, kata SBY, karena umat Islam sedang menghadapi tantangan di abad ke 21 ini. "Hampir negara-negara Islam di Timur Tengah, Afrika Utara sedang hadapi tantangan cobaan dan ujian Allah, kita mengikuti dari TV saudara-saudara kita ikut menderita dari konflik di peperangan yang berkecamuk di negara itu. Mereka tidak berdosa dan harus ikut menderita," ujar SBY.

Nama Asrama "SBY"

Nuh juga mengatakan sangat wajar jika asrama Indonesia itu dinamai dengan "SBY", sebab Presiden SBY lah yang memiliki inisiatif untuk membangun asrama itu. Selain itu pembiayaan pembangunan asrama itu juga dari pemerintahan SBY.

"Ini wajar, tidak ada niat apa-apa hanya sebagai bagian tanda ini (dibangun) pada zamannya SBY," ujar dia.

Nanti, kata Nuh, jika ada presiden yang ingin membangun asrama itu lagi, bisa menggunakan namanya.

Pembangunan asrama "SBY" ini kata Nuh, adalah keinginan SBY sendiri. Sebab, dia melihat banyak tokoh-tokoh Indonesia yang alumni Universitas Al Azhar, Mesir.

Namun, memang masih banyak mahasiswa yang belum bisa tinggal di asrama itu. Sebab kapasitasnya yang masih kurang jauh dibandingkan jumlah mahasiswa Indonesia sebanyak 3500 orang.

"Nanti tentu secara bertahap, mudah-mudahan tahun depan pemerintah berikutnya bisa menambah satu bilik lagi. Sekarang yang sedang kita persiapkan laptop dan perpustakaan," ujar dia.

Pembangunan asrama "SBY" ini menelan biaya Rp54 milyar. Dengan rincian transfer hibah pemerintah ke Al Azhar sebesar US$2,94 juta, hibah dari Kementerian Agama sebesar Rp14 milyar, dan hibah dari Pemerintah Daerah Sumatera Utara sebesar Rp5 milyar.

Sumber: vivanews
foto: atdik KBRI Kairo

Mengenang Kembali Sabra-Satila

Written By Harun AR on Rabu, 17 September 2014 | 03.30

SINAIOnline- Hari ini kita kembali diingatkan dengan kisah kelam yang pernah terjadi di bumi Palestina. Sebuah aksi pembantaian yang sangat kejam oleh tentara zionis Israel terhadap rakyat Palestina yang dikenal dengan pembantaian Sabra Satila yang berlangsung 16 September 1982. Ketika itu, tentara ‘Israel’ yang dipimpin Menteri Pertahanan ‘Israel’, Ariel Sharon, mengepung Sabra dan Shatila lalu membiarkan para milisi Kristen Maronit Libanon yang dipimpin Kaum Falangis membantai pengungsi di dalamnya.

Pembantaian tersebut berlangsung selama tiga hari (16-18 September 1982). Sekitar 3.500-8.000 orang, termasuk anak-anak, bayi, wanita, dan orangtua dibantai dan dibunuh secara mengerikan. Tentara ‘Israel’ yang dipimpin oleh Ariel Sharon dan kepala stafnya, Rafael Etan, memastikan pasukan mereka mengepung kamp pengungsi lalu mengizinkan Kaum Falangis menyerang dan membunuh ribuan pengungsi yang tidak bersalah.

Sabra adalah sebuah pemukiman miskin di pinggiran selatan Beirut Barat, Libanon, yang bersebelahan dengan kamp pengungsi UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi Palestina) Shatila yang dibangun untuk para pengungsi Palestina pada 1949. Selama bertahun-tahun penduduk dari kedua wilayah ini menjadi semakin bercampur, sehingga biasa disebut “Kamp Sabra-Shatila”.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menggunakan Libanon selatan sebagai pangkalan penyerangan mereka atas ‘Israel’, sehingga tentara ‘Israel’ mengklaim bahwa pembantaian itu untuk mencari 1.500 personil PLO yang menurut mereka berada di kamp Sabra-Shatila. Padahal sesungguhnya kelompok PLO sedang berada di tempat lain, skenario pencarian anggota PLO hanyalah karangan ‘Israel’. Kelompok PLO sedang melawan serangan ‘Israel’ di area lain, sehingga sebagian besar yang berada di kamp pengungsian saat pembantaian terjadi adalah perempuan tua dan anak-anak.

Setelah pembantaian tersebut, Mahkamah Agung ‘Israel’ membentuk Komisi Cahan untuk menyelidiki kejahatan terhadap ribuan pengungsi tersebut. Pada tahun 1983, Komisi Cahan mengumumkan hasil “penyelidikan” pembantaian tersebut dan memutuskan bahwa Sharon “tidak langsung bertanggung jawab”. Maka Sharon pun melanjutkan karir politiknya, menjadi Perdana Menteri ‘Israel’ dan memegang berbagai posisi penting sampai ia menderita stroke pada 4 Januari 2006 lalu berada dalam keadaan koma sejak saat itu.

Pembantaian Sabra-Shatila bukanlah yang pertama atau terakhir dilakukan tentara ‘Israel’. Pasukan Zionis melakukan banyak pembantaian terhadap rakyat Palestina di tempat-tempat berbeda, di antaranya Jalur Gaza, Deir Yassin, Qibya, Tantour, Jenin, Al-Quds, Hebron, dan lainnya. Hingga kini tidak pernah ada satu pun komandan atau tentara ‘Israel’ yang secara resmi bertanggung jawab atas kejahatan dan pembantaian terhadap rakyat Palestina.

Sabra dan Satila juga bukan satu-satunya aksi biadab yang menumpahkan darah rakyat Palestina. Sederet aksi kejahatan yang dilakukan oleh zionis terhadap rakyat Gaza menjadi saksi yang tak terbantahkan akan kebiadaban bangsa Israel. Pertanyaannya adalah sampai kapan bangsa Palestina harus mengalami penderitaan dan ketidakadilan ini, sampai kapan dunia Arab bungkam dan memilih menonton pembantaian atas rakyat Palestina dari kursi empuk dan istana mewah mereka. (knrp/sinai)

 Redaktur: Harun AR
Sumber: knrp/hidayatullah

Zionis Mengaku Salah Memprediksi Kekuatan Hamas

Written By Harun AR on Kamis, 04 September 2014 | 00.31

SINAIOnline- Komandan Senior di Badan Intelijen Militer Zionis mengatakan bahwa militer Zionis telah salah dalam menilai kemampuan gerakan Hamas dan organisasi-organisasi lainnya untuk terus bertempur selama agresi militer terakhir di Jalur Gaza.
 
Seperti dikutip radio Zionis, komandan senior yang tidak disebutkan identitasnya ini mengatakan, “Sebagian orang-orang bersenjata Hamas mendapatkan latihan militer baru di luar Jalur Gaza.” Secara khusus dia mengisyaratkan kepada orang-orang bersenjata Hamas yang melakukan aksi pada 9 Juli lalu ke pangkalan militer Zionis di Zakim, selatan
Ashkelon, melalui penyusupan lewa laut.

Kala itu media massa Zionis mengatakan bahwa sel perlawanan dari Jalur Gaza menyusup ke pantai Ashkelon melalui jalan laut. Media Zionis mengklaim, pergerakan mereka sempat terpantau melalui sistem perangkat khusus yang ada di bawah air milik Angkalan Laut Zionis, sebelum mereka melewati perbatasan.

Namun gambar-bambar yang muncul langsung pasca aksi tersebut menunjukkan bahwa para pejuang al Qassam bisa mencapai pangkalan militer Zionis dengan mudah tanpa rintangan apapun. Sementara itu Brigade al Qassam menegaskan terus berhubungan langsung dengan komandan aksi yang menjelaskan bahwa mereka menyerbu pangkalan militer Zionis dan membunuh sejumlah serdadu di dalamnya.

“Israel” telah mengakui sebanyak 67 serdadu dan 4 pemukim Zionis serta seorang pekerja asing tewas selama agresi Zionis ke Jalur Gaza. Sementara itu dua pusat medis non pemerintah, Soroka dan Barzilai, kedua institusi medis ini mengatakan bahwa 1522 orang Zionis, 740 di antara serdadu mendapatkan perawatan di kedua pusat medis tersebut selama masa perang.(infopalestina/sinai)
 
Redaktur: Harun AR

Tentara Israel Rudal Ambulan dan Reporter di Syujaeyyah

Written By Salman Arif on Jumat, 01 Agustus 2014 | 12.34

Illustrasi
SINAIOnline- Kamera salah seorang wartawan berhasil merekam detik-detik mengerikan yang dialami para petugas medis dan wartawan kemarin Rabu (30/7/2014), saat mereka memasuki pasar kawasan Shujaeyyah di Jalur Gaza.

Rekaman tersebut memperliahtkan saat-saat kedatangan mobil ambulan di lokasi pembantaian Israel di Syujaeyyah. Namun belum sampai tim medis keluar dari ambulan untuk menyelamatkan para korban, mereka dikagetkan dengan sebuah ledakkan dahsyat.

Belum sempat mereka menyadari apa yang terjadi, ledakan kedua kembali mengguncang. Dilanjutkan dengan ledakan ketiga dari serangan rudal yang sengaja diluncurkan oleh tentara israel.

Lokasi kejadian pun berubah seperti medan pertempuran dimana semuanya porak-poranda, mayat-mayat bergelimpangan, dan para korban luka pun banyak terlihat. Dan hanya selang beberapa saat, ledakan keempat kembali terdengar dan kemudian kamera merekam kobaran api dan asap yang menggumpal di dekat sebuah ambulan. (ajr/sinai)

Redaksi: Fahmi Idris
Sumber: Aljazeera

Event

Potret

Potret
 
Office SINAI Mesir: ...Cairo
Copyright © 2011. Jhony Storage Redesign:Studi Informasi Alam Islami - All Rights Reserved
Redaksi SINAI Online
Email: sinaikita@gmail.com