Studi Informasi Alam Islami
Terbaru :
Diberdayakan oleh Blogger.

Posting Terbaru

Agresi Gaza, Erdogan: Keadilan Dunia Internasional Telah Mati

Written By Redaksi Sinai on Rabu, 16 Juli 2014 | 00.37

PM Turki, Erdogan
SINAIOnline-Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdoganmempertanyakan kebisuan masyarakat Internasional terkait agresi brutal Israel terhadap Jalur Gaza. Erdogan mengatakan, "Sampai kapan kalian akan terus berdiam diri terhadap kezaliman yang menimpa anak-anak Gaza? Sampai kapan dunia akan berdiri membisu menyaksikan kekerasan dan kekejaman terhadap warga Palestina? Bukan hanya anak-anak yang meninggal di Palestina, akan tetapi keadilan internasional juga telah mati." Hal ini ia sampaikan kemarin (15/7) dalam pidatonya di hadapan blok parlemen AKP di Ankara.
Erdogan telah melakukan kontak dengan para pemimpin Palestina; Khaled Meshaal dan Mahmoud Abbas. Begitu juga Sekjen PBB Ban Ki-moon; Presiden Perancis Francois Hollande; Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani; dan Presiden Iran Hassan Rohani, guna menegaskan sikap Turki mengenai krisis yang sedang terjadi dan mencari solusi bersama untuk keluar dari krisis tersebut. Begitu juga Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davut Oglo yang terus melakukan kontak khusus terkait permasalahan ini.
Erdogan menambahkan, "Seluruh bangsa dan pemerintahan haruslah menentang penindasan yang terjadi di Gaza. Dan kepada masyrakat Israel, agar melihat tidak adanya alasan yang realistis untuk terus membombardir Gaza. Terlebih lagi, rudal yang diluncurkan oleh Hamas tidaklah menyebabkan kematian seorangpun dari israel. Sedangkan di lain pihak, Israel sejauh ini telah menewaskan lebih dari 200 warga Palestina, dan melukai lebih dari1000 orang lainnya, serta telah menghujani kota Gaza dengan 400 Ton bahan peledak, hingga rata dengan tanah." (pls48/sinaimesir)
Redaksi: Abdurrahman Al Muhasibi
Editor: Fahmi Idris
  

Rahasia Awan Hitam di Langit Gaza

Written By Redaksi Sinai on Senin, 14 Juli 2014 | 06.05

ilustrasi
SINAIOnline-Senin pagi (14/7), penduduk Gaza dikejutkan dengan fenomena langka di musim panas ini, yaitu adanya awan hitam yang menutupi langit jalur Gaza.

Reporter Al-Quds di Gaza melaporkan, awan yang menutupi langit Gaza itu di antaranya berbentuk gumpalan besar. Dia juga menambahkan bahwa sejak munculnya fenomena langka ini, serangan-serangan yang dilancarkan pesawat tempur Israel pun mereda.

Pakar cuaca menduga, bahwa fenomena langka ini disebabkan oleh intensitas serangan pesawat Israel selama beberapa hari ini, di mana lebih dari seribu ton bahan peledak dijatuhkan dari langit Gaza.

Perlu diketahui, sejak Selasa (8/7), Gaza dijadikan operasi besar besaran oleh militer Israel. Hingga saat ini, lebih dari  170 warga Palestina syahid, ratusan luka-luka, dan ratusan rumah hancur. (pls48/sinaimesir)

Redaksi: M. Rizki
Editor: Ibnu Ahmad

Korban Tewas Serangan Israel ke Gaza Terus Melonjak

Written By Salman Arif on Minggu, 13 Juli 2014 | 02.07

SINAIOnline- Sabtu (12/07) merupakan hari paling berdarah sejak meletusnya konflik Palestina-Israel sejak Selasa kemarin. Lima puluh dua warga Palestina dinyatakan meninggal, sehingga total jumlah korban tewas mencapai 154 jiwa. Dalam kejadian ini, tidak seorangpun dari pihak Israel yang menjadi korban jiwa.

Dewan keamanan PBB sepakat untuk mendesak Israel dan Hamas agar menghormati “Hukum Kemanusiaan Internasional” dan menghentikan pertumpahan darah. Lima belas anggota dewan mendesak agar kedua belah pihak kembali pada restitusi gencatan senjata November 2012. Hal ini mengacu pada konflik dengan skala yang sangat mematikan di Gaza yang terjadi  akhir-akhir ini.

Pada Jum’at lalu, PBB mengatakan 77% dari mereka yang tewas dalam serangan Israel adalah warga sipil. Salah seorang reporter Aljazeera melaporkan dari Rumah Sakit Al-Sifa di kota Gaza, bahwa fasilitas medis di wilayah itu sangat kewalahan. “Sebagian besar korban yang kita lihat di sini adalah warga sipil, dan ini sangat mengerikan,” katanya. Orang-orang benar-benar ketakutan, rumah sakit mengalami masalah dengan kurangnya fasilitas untuk menampung korban yang terus berdatangan.

Kedua belah pihak menolak untuk melakukan gencatan senjata. Israel terus menyusun pasukan di sepanjang perbatasan Gaza menjelang kemungkinan dilakukannya serangan darat. Warga Palestina di bagian utara Gaza diseru untuk mengevakuasi rumah mereka.

Serangan udara pada Sabtu (12/07) merupakan kampanye udara terbesar dan paling mematikan sejak 2012, tercatat bahwa serangan ini juga memakan korban dua orang keponakan perdana menteri Palestina, Ismail Haniya.
Pada Sabtu malam kemarin, serangan Israel menghantam distrik Tuffah di bagian timur kota Gaza, menargetkan rumah serta sebuah masjid dan mengakibatkan setidaknya 16 warga meninggal. Di antaranya adalah kepala polisi Tayseer al-Batsh yang juga terluka.

Hamas juga menembakkan roket setelah mengeluarkan peringatan bahwa pihaknya merencanakan untuk menembak kota Tel Aviv. Tiga roket tampaknya menargetkan Yerusalem, Hebron, dan Bethlehem. Tentara Israel dan sumber-sumber keamanan Palestina mengatakan tidak ada laporan tentang korban jiwa dari pihak Israel. Setidaknya, lebih dari 500 proyektil telah menyerang Israel selama konflik, tetapi tidak ada yang mengakibatkan kematian dari pihak Israel.

Amar Aziz
Sumber: Al-Jazeera

Komunitas Muslim Rohingya Rilis Simbol Tauhid (Satu Jari)

Written By Salman Arif on Kamis, 05 Juni 2014 | 04.45

SINAIOnline- Kalau bangsa Palestina tiap tahunnya pada tanggal 15 Mei memperingati Hari Nakbah "Hari Pengusiran atau kehancuran" sebagai hari pengusiran Bangsa Palestina yang mendorong terbentuknya Negara Israel pada tahun 1948, Maka Komunitas Muslim Rohingya pun tiap tahunnya, pada tanggal 10 Juni memiliki hari Nakbah memperingati penderitaan Bangsa Muslim Rohingya atas penindasan dan kedzaliman yang dilakukan oleh Kelompok militan Budha di Myanmar yang didukung oleh pemerintah Myanmar.
Untuk menyambut hari Nakbah tersebut, komunitas Rohingya melalui Media Center Arakan (ARAKANNA), organisasi yang berada di bawah organisasi induk GRC (Global Rohingya Center) yang berpusat di New york dan dibentuk oleh OIC (Organisasi Kerjasama Islam) merilis  simbol Tauhid Satu Jari, sebagai simbol perjuangan Muslim Rohingya mempertahankan agama dan akidahnya menghadapi junta militer Myanmar, layaknya simbol R4BIA yang telah menggema seantero dunia sebagai simbol perjuangan bangsa Mesir menghadapi junta militer.
Simbol Satu Jari ini, menurut Abu Turki di Riyadh (4/6), Direktur Kantor Berita Arakan kepada redaksi Islamicgeo.com adalah simbol yang dirilis untuk memperingati Nakbah Kedua Muslim Rohingya, Abu Turki yang akan diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 Juni dan telah ditetapkan oleh Organisasi Induk Komunitas ROhingya ARU (Arakan Rohinya Union) dan Global Rohingya Center.

Masih menurut Abu Turki, jari telunjuk kanan yang terangkat adalah simbol Tauhid dan keteguhan bangsa Rohingya membela dan mempertahankan agamanya, sementara tangan kiri yang memegang erat tangan kanan adalah simbol permasalahan Muslim Rohingya yang membutuhkan sokongan, bantuan dan dukungan dari para pejuang kebebasan di seluruh dunia, lambang ini juga mengisyaratkan tekanan orang-orang Budha yang mencekik orang-orang Rohingya.
Simbol perjuangan Tauhid ini pun mendapat sambutan luas dari komunitas Muslim Rohingya di berbagai belahan dunia. (islamicgeo/sinai)

Persamaan Kudeta Militer Mesir dan Myanmar

Written By Salman Arif on Kamis, 10 April 2014 | 05.45

Oleh: Zihkrul Syukri Z*
  Kudeta militer yang terjadi di Mesir baru-baru ini, tidak jauh berbeda dengan apa yang pernah berlaku di Myanmar/Burma puluhan tahun silam. Pada tahun 1988, militer Myanmar mengambil alih kekuasaan lewat jalur kudeta. Tidak kurang dari 3000 pelajar, pejabat sipil dan rakyat biasa tewas saat itu saat mendemonstrasikan penolakannya atas kudeta militer. Pembantaian rakyat yang tidak sependapat ini, benar-benar di'copy-paste' oleh militer Mesir beberapa bulan lalu. 

Sejak saat itu, kekuasaan Myanmar dipegang penuh oleh militer. Hampir semua aspek, baik itu media, ekonomi dan industri dikekang dan dikendalikan penuh oleh militer lewat pimpinan-pimpinannya, sekali lagi mirip dengan kondisi Mesir saat ini. 

Kekuasaan pun turun temurun diberikan dari pimpinan yang satu ke pimpinan militer selanjutnya. Sejak saat itu Myamar dikenal sebagai salah satu negara dengan penduduk termiskin di dunia. 

Berbeda dengan di Mesir yang kudetanya di dukung oleh oknum kaum agamawan, kudeta di Myanmar ditentang keras oleh para biksu yang notabenenya adalah pimpinan spiritual Budha, agama mayoritas di Myanmar. 

Pada tahun 1990, sempat diadakan pemilu, yang ternyata dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi dengan perolehan 80% suara, akan tetapi militer enggan menyerahkan kekuasaannya. Itu terus berlanjut hingga saat, dimana militer selalu 'ogah' menyerahkan kekuasaan meskipun pemilu telah dilakukan. Suu Kyi pun pernah dijadikan target pembunuhan oleh militer dan ternyata gagal. 

Saat ini kita tinggal menunggu, apakah masa depan Mesir akan lebih cerah dengan dipimpin oleh militer? Atau akan mengikuti jejak Myanmar (atau bahkan Korut) karena militernya tak pernah berhenti mengikuti nafsu berkuasa.

*Analis Dunia Islam di Pusat Studi Informasi Alam Islami

Zionis Israel Khianati Perjanjian Terkait Pembebasan Puluhan Tahanan Palestina

Written By Salman Arif on Jumat, 04 April 2014 | 05.23

SINAIOnline- Penjajah zionis Israel  akhirnya memutuskan untuk membatalkan pembebasan para tahanan Palestina gelombang keempat dan yang terakhir yang telah disepakati saat perundingan damai antara kedua belah pihak.

Tzipi Livni, Menteri Kehakiman Israel dan  penanggung jawab untuk urusan negosiasi mengatakan, "Israel tidak akan merilis nama-nama para tahanan gelombang empat sebagai bentuk penolakan terhadap langkah-langkah sepihak yang diambil oleh Palestina terkait keputusan untuk menghadap PBB dan bergabung dengan lembaga terkait," sebagaimana yang dilansir oleh surat kabar Yediot Aharonot milik Israel.

Hasil  perundingan damai tersebut berisi bahwa Israel akan membebaskan 104 orang warga Palestina yang ditahan sebelum perjanjian Oslo pada tahun 1993 dalam 4 tahap yang mana 3 gelombang pertama sudah dibebaskan.

Israel dari masa ke masa selalu menangkap banyak warga Palestina dengan klaim yang bervariasi. Gerakan Hamas telah memperingatkan Zionis Israel dan Amerika agar tidak melanggar perjanjian dan menegaskan akan tetap melanjutkan perlawanan.

Redaktur: Rendiyan S.
Sumber: islammemo

19 Ribu Warga Muslim di Afrika Tengah Akan Dievakuasi PBB

Written By Salman Arif on Rabu, 02 April 2014 | 03.10

SINAIOnline- PBB sedang berupaya untuk  mengevakuasi 19 ribu warga muslim Afrika Tengah setelah gagal melindungi mereka dari serangan milisi-milisi Kristen .

Fatoumata Lee John Kaba, juru bicara resmi  UNHCR mengatakan, "Hal yang tidak kita inginkan adalah ketika kita berada di tengah-tengah masyarakat sedangkan mereka mengalami pembantaian. Kami sangat khawatir terhadap keberlangsungan hidup 19 ribu rakyat muslim di wilayah ini. UNHCR siap untuk membantu mengevakuasi mereka ke tempat-tempat yang lebih aman, baik di dalam maupun di luar negeri," sebagaimana yang dilansir Arabia Net.

Milisi Anti-Balaka Kristen terus menyerang sehingga menyebabkan meninggalnya ribuan warga muslim dan puluhan ribu lainnya mengungsi ke negara tetangga. Umat muslim di negara itu menduga bahwa pasukan militer Perancis bersekongkol dengan umat Kristen untuk membunuh dan mengusir mereka. Hal ini tampak ketika Perancis mengerahkan 2000 pasukannya tanpa mampu menghentikan pembantaian yang terjadi.

Pembantaian ini telah dimulai sejak tergulingnya presiden muslim pertama di Afrika Tengah, Michelle Ondotojia atas tekanan dari negara barat.

Redaktur: Rendiyan S.
Sumber: Islammemo

Event

Potret

Potret
 
Office SINAI Mesir: ...Cairo
Copyright © 2011. Jhony Storage Redesign:Studi Informasi Alam Islami - All Rights Reserved
Redaksi SINAI Online
Email: sinaikita@gmail.com